Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Post Icon

Memberi makan Kucing saat sakit


Kucing yang sedang sakit membutuhkan energi ekstra serta ketersediaan zat-zat makanan yang diperlukan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk memerangi penyakit. Akan tetapi pada saat sedang sakit, kebanyakan kucing tidak mau makan sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatannya.
Kucing kehilangan nafsu makan bisa dikarenakan oleh beberapa sebab seperti mengalami stress akibat perubahan lingkungan atau pun sedang sakit. Ikuti beberapa tips berikut ini yang dapat dicoba untuk mengatasi kucing yang kehilangan nafsu makan:
  • Hal yang paling mudah dilakukan yaitu mencoba untuk memberikan makanan yang biasanya paling disukai oleh kucing tersebut. Makanan yang disukai biasanya dapat membantu mengembalikan nafsu makan kucing.
  • Cobalah untuk memberi makan secara bersamaan dengan beberapa kucing lain sehingga menciptakan adanya elemen kompetisi. Biasanya kucing akan terpancing untuk ikut berebut makanan dengan kucing-kucing lain.
  • Anda juga dapat memberikan makanan dengan aroma yang disukai oleh kucing. Aroma makanan merupakan stimulator nafsu makan pada kucing. Kucing kehilangan nafsu makan bila ia tidak dapat mencium aroma makanan dengan baik akibat menderita pilek.
  • Menghangatkan makanan dapat membantu agar aroma makan lebih mudah tercium oleh kucing. Perlu diperhatikan jangan sampai temperatur makanan menjadi terlalu panas karena dapat berakibat cukup fatal.
  • Kucing lebih suka makanan basah dibandingkan makanan kering. Dengan menambahkan kuah kaldu pada makanan dapat merangsang nafsu makan kucing. Biasanya kucing akan suka menjilat-jilat kuah kaldu yang disediakan.
  • Jangan biarkan makanan yang tersisa di tempat makanan lebih dari 10 รข€“15 menit. Berikan makanan dalam jumlah kecil tapi dengan frekuensi pemberian makanan yang lebih sering. Dengan demikian nafsu makan kucing akan lebih sering terstimulasi oleh makanan yang baru disediakan tersebut.
  • Untuk memperkenalkan jenis makanan baru pada kucing, campurkan sedikit makanan baru tersebut ke dalam makanan yang biasa dimakan. Secara bertahap tambahkan porsi makanan baru tersebut sampai akhirnya kucing terbiasa sepenuhnya pada makanan baru tersebut.
Bila anda telah mencoba cara-cara tersebut diatas tetapi belum juga berhasil untuk mengembalikan nafsu makan si kucing, sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Kutu Kucing



Predator (musuh / pemangsa) kutu secara alami adalah beberapa jenis burung, tikus, serta semut yang dapat mengurangi populasi kutu yang hidup bebas. Sejenis semut api (Pheidole megachepala) merupakan predator kutu terkenal.
Pengontrolan terhadap kutu hewan harus dilakukan rutin dengan mengingat beberapa aspek.
  1. Seluruh hewan dalam satu rumah harus mendapat treatment parasitida, seperti pirethin, organopospat, atau produk karbamat secara teratur. Aplikasi langsung pada kulit dapat dilakukan dalam bentuk: semprot (spray), mandi (dipping), atau bedak tabur. Hati-hati dengan produk-produk itu karena biasanya kucing amat sensitif. Alternatif lain, dapat menggunakan kalung antikutu (flea collar) yang mengandung bahan aktif amitraz guna mencegah kutu baru serta mengurangi kutu yang sudah ada lebih dahulu.
  2. Tempat bekas tempat tidur hewan harus diberi insektisida guna memberantas telur dan larva. Alas tidur harus sering diganti dan dicuci secara rutin.
  3. Ruangan yang sering didatangi hewan anjing dan kucing harus sering dibersihkan dan di-vacuum cleaner.
  4. Tempat di luar yang sering ditiduri hewan tadi harus sering dibersihkan dan diberi insektisida terutama pada musim panas.
  5. Mandikan secara berkala hewan kesayangan kita agar sejenis kutu berkulit keras (caplak) yang biasanya sangat erat berikatan dengan kulit hewan anjing tidak memiliki kesempatan berlama-lama di tubuh dan membatasi kesempatan neurotoksin asal kutu tidak diserap tubuh hewan maupun kemungkinan transmisi kuman patogen lainnya.
Banyak pemilik hewan kesayangan lebih suka membeli obat kutu di pasar-pasar swalayan atau pet-shop yang tidak dilengkapi saran pemakaian maupun pencegahan penyakit. Hati-hati memilih obat kutu, terutama dari segi keamanan, guna mencegah keracunan pada hewan kesayangan kita.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih produk eksternal parasitida adalah:(1) kandungan zat aktif, (2) target parasit yang akan dibasmi, (3) potensi, (4) keamanan, (5) dosis, dan (6) kemudahan cara pemakaian.


Yang amat perlu diperhatikan adalah bahaya keracunan. Biasanya obat kutu tidak saja bekerja membasmi kutu tetapi juga menghambat kerja suatu enzim ACTH yang membantu proses metabolisme dalam tubuh hewan. Perhatikan pemakaian dosis yang tepat, hindari dosis yang berlebih karena akan membahayakan keselamatan hewan kesayangan kita. Jangan mengaplikasikan kepada hewan yang sedang sakit, sedang menuju proses penyembuhan penyakit, sedang stres, atau hewan yang berumur di bawah tiga bulan. Alternatif obat kutu tradisional yang berasal dari akar tanaman rotenon dan pyrethrin yang berasal dari ekstrak bunga Chrysanthemum cinerariaefolium merupakan produk yang aman bagi manusia dan hewan.
Beberapa orang yang hewan kesayangannya menjadi pasien saya mengatakan pengalaman mereka memberantas kutu hewan dengan minyak tanah atau DDT maupun tembakau. Pemakaian segala bentuk parasitida kalau tidak hati-hati atau berlebihan akan menimbulkan keracunan, di mana hewan yang terkena akan mengalami kekejangan, muntah serta merusak sistem pernapasan. Akhirnya, hewan tidak sadar diri (koma) sebelum akhirnya mati. Karena kelalaian kita, jangan sampai parasitida yang dipakai untuk memberantas kutu, justru ikut menewaskan binatang kesayangan. Segera bawa hewan kesayangan kita pada dokter-hewan terdekat guna mendapatkan pertolongan segera bila Anda menjumpai masalah keracunan itu.
* Drh Ida Lestari Soedijar MSc, dokter hewan praktisi umum – Kompas.com – Jumat 10 November 2000

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Hati-hati! Kucing juga bisa tertular RABIES

Tahukah anda bahwa rabies adala salah satu penyakit kucing yang paling berbahaya…
Sebagian besar dari anda pasti sudah tahu bahwa rabies adalah penyakit anjing gila. Tapi saya yakin sebagian besar dari anda tidak tahu bahwa rabies juga dapat menular pada kucing. Well, sebenarnya bukan hanya kucing saja! semua makhluk hidup berdarah panas termasuk manusia juga dapat terkena.
Jadi jika kucing anda terkena penyakit rabies, Dan anda tergigit olehnya. Saat itu boleh dikatakan harapan untuk hidup sudah tidak ada. Tragisnya anda akan mati dengan penderitaan yang teramat sangat sakit. begitu juga nasih kucing yang menulari anda rabies.
Gejala Rabies pada kucing maupun hewan lainnya dibagi menjadi 3

1. Rabies membabi buta

Dulu rabies jenis ini disebut hidropobia (takut air) mengapa demikian? karena jika terkena kucing akan tampak kehausan. Namun saat kita beri air,  ototnya akan kejang-kejang seolah-olah takut air
Sedangakan gejala rabies jenis ini biasanya adalah
  • Cenderung berlarian kesana-kemari
  • Terlihat seperti gelisah namun tidak tahu apa penyebabnya
  • Mudah sekali terangsang
  • Seringkali bereaksi tidak wajar seperti menyerang dan menggigit sesuatu yang bergerak
Air liur kucing jika terkena penyakit kucing ini akan mengandung banyak virus rabies. Dan jika sampai anda tergigit. Wah pokoknya gawat deh!

2. Rabies Diam

Gejala rabies jenis ini sangat bertolak belakang dengan jenis rabies membabi buta. Kuing yang menderita jenis ini akan cenderung untuk diam. Sedangkan gejala-gejala lainnya adalah kehilangan vitalitas, suka menyendiri dan bersembunyi, sulit untuk terangsang, Kadang-kadang mengalami kelumpuhan, tubuhnya sering gemetar, bersikap apatis

3. Rabies Tanpa Bentuk

Walaupun dinamakan rabies tanpa bentuk namun bukan berarti tidak ada gejal-gejalanya. Seperti kata Shakespere “Apalah artinya sebuah nama”.
Gejala yang sering terjadi pada jenis rabies ini adalah sering mengalami gatal, kaku, sapsmus (kejang otot) dan sembelit.

Gejala Rabies padan MANUSIA

Nah 3 hal diataslah gejala-gejala umum pada kucing yang menderita penyakit rabies. Nah sedangkan untuk manusia yang terkena rabies (setelah digigit kucing atau makhuluk berdarah panas lainnya) akan memperlihatkan gejala-gejala semacam ini.
  • hati cenderung gelisah namun tidak tahu penyebabnya apa
  • Luka bekas gigitan terasa nyeri
  • Selain itu luka akan bengkak dan berwarna merah
  • terjadi kontrasksi otot dan kejang-kejangj
  • sakit pada kepala
  • sulit berbicara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Radang Usus menular

Feline infectius enteritis atau yang biasa dikenal dengan nama Distemper adalah radang usus menular. Disebabkan oleh virus parvo. Penyakit ini amat menakutkan bagi kita penyayang kucing. Tingkat kematian pada jenis penyakit kucing ini sangat tinggi. Jadi anda harus extra berhati-hati.
Sedangkan gejala dari penyakit kucing Distemper ini adalah :
  • Demam tinggi dengn suhu mencapai 42° C
  • Mengalami dehidrasi
  • Nyeri pada lambung
  • Mencret
  • muntah
  • Depresi
Lalu gimana jika kucing saya sudah terserang penyakit ini. Yang pasti berdoa saja! Pasti sembuhkah??? ya nggaklah! Penyakit kucing  seperti ini harus ditangani dokter spesialis hewan.
Nanti setelah diperiksa oleh bu dokter yang cantik Nanti si kucng akan diberi infuse supaya daya tahan kucing bertambah,
Sedangkan cara untuk mencegah penyakit ini. Anda bisa melakukan hal yang umum dilakukan seperti imunisasi, nutrisi seimbang, menjaga kesehatan lingkungan dan memberikan makanan yang terbebas penyakit.
Jika anda mempunyai kelompok kucing..anda harus berhati-hati karena penyakit kucing ini menular dan biasanya terjadi pada kucing yang masih muda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Memelihara Kucing yang Aman dari Toksoplasma


img
Salah satu hal yang ditakutkan oleh para pemilik binatang peliharaan seperti kucing atau anjing adalah tertular toksoplasma. Untuk itu ketahui cara-cara merawat kucing agar terhindar dari infeksi tokso.
Beberapa orang memilih kucing sebagai binatang peliharaannya karena ia termasuk hewan yang setia, serta hewan yang manja sehingga enak untuk dibelai, disayang dan diajak bermain. Namun satu hal yang dikhawatirkan saat merawat kucing adalah terinfeksi toksoplasma.
Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T.gondii) yang termasuk parasit coccidian. Pada orang yang memiliki fungsi sistem kekebalan tubuh normal mungkin infeksi yang dialami termasuk ringan.
Tapi jika menyerang orang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh maka infeksi yang terjadi mungkin lebih parah dan menyebabkan gejala seperti demam serta pembesaran kelenjar getah bening. Namun pada beberapa orang tidak muncul gejala dan baru terdeteksi saat melakuakn tes darah.
Beberapa hal bisa menjadi penyebab seseorang terinfeksi parasit toksoplasma, seperti dikutip dari Kidshealth, Jumat (18/2/2011) yaitu:
  1. Menyentuh atau kontak dengan kotoran binatang misalnya kucing atau anjing yang terinfeksi. Kucing biasanya mendapatkan infeksi ini jika makan tikus, burung atau binatang lain yang mengonsumsi daging metah.
  2. Mengonsumsi daging kontaminasi yang mentah atau dimasak kurang matang.
  3. Tidak bersih mencuci buah atau sayuran yang telah terkontaminasi oleh pupuk kandang.
  4. Anak yang lahir dari ibu yang terkontaminasi, hal ini karena parasit bisa melewati aliran darah dan menginfeksi janin.
Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Selain itu kasus toksoplasma umumnya paling banyak terjadi akibat mengonsumsi makan daging mentah atau kurang matang yang sudah terinfeksi.
Meski demikian bukan berarti seseorang tidak perlu menjaga kebersihan kucing peliharaannya, karena itu ketahui beberapa hal penting dalam merawat kucing agar terhindar dari toksoplasma yaitu:
  1. Hindari kontak langsung dengan kotoran, jika ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Serta rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing.
  2. Berilah makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging.
  3. Peliharalah kucing di dalam rumah untuk mencegah ia mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi.
  4. Mandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan shampoo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering.
  5. Berilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies.
  6. Jika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Selain itu jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing. Dengan menjaga kebersihan kucing dan juga kandangnya, maka kucing bisa menjadi binatang yang aman untuk dipelihara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Penyakit Usus Pada Kucing

Sama seperti manusia, kucing juga dapat menderita penyakit usus.
Jika kucing anda memiliki ciri penyakit usus seperti makan dengan baik tapi kurus. Maka bisa dipastikan itu adalah gangguan karena cacing. Cukup beri obat cacing khusus kucing.
Perut kembung adalah salah satu gejala yang mungkin disebabkan penyakit kucing pada usus. Hal ini dikarenakan dengan diet, dan sering terjadi pada anak kucing. Coba didiskusikan dengan dokter tentang perubahan diet.
Walaupun selera makan normal alias biasa-biasa saja namun berat badan kucing berkurang secara kronis. Beberapa penyebab dari penyakit usus ini bisa disebabkan oleh Tumor Usus dan Cacing. Bisa juga disebabkan ketidakmampuan si usus kucing untuk menyerapa sari makanan
Apakah kucing lucu anda sering muntah-muntah dan tidak mau makan. Hal ini mungkin dikarenakan oleh Penyakit pembengkakan usus.
Gejala penyakit usus seperti mengejan untuk buang kotoran, kotoran yang dihasilkan keras dan padat, Kemudian mengejan itu berhenti setelah kotorannya keluar. Tapi kucing tidak muntah! Maka penyakit kucing yang mungkin adalah Sembelit ringan (sering terjadi pada kucing tua dan berbulu panjang seperti kucing persia)
Berbeda jika…
Gejala penyakitnnya sama seperti diatas tetapi kotoran yang keluar sedikit atau tidak ada dan malah muntah-muntah! Raut si kucing juga menunjukkan depresi. Berarti itu lebih dari sekedar sembelit ringan itu sudah terjmasuk kategori sembelit berat
Postur tubuh dari si kucing ternyata membungkukan tulang belakan. Kemungkinan yang terjadi adalah adanya benda asing dan sembelit hebat.
Muntah-muntah dan diare. Ini karena penyakit pembengkakan usus (inflammatory bowel desease).
Diare dan sekali dua kali terjadi secara hebat tapi dalam waktu yang singkat. Malah kucing menunjukkan tampak cerah dan waspada (tidak muntah-muntah). Kalau ini tidak perlu dibawa ke dokter hewan cukup beri air sekali sehari kemudian beri makanan kucing yang lembut. Tapi kalau berlanjut penyakit kucing nya ya mau nggak mau dibawa ke dokter hewan.
Jika kejadian penyakit usus diatas terjadi setelah kucing minum susu sapi. Itu karena memang si dia tidak tahan terhadap laktosa. Kalau seperti ini yang jangan diberi susu atau kalaupun ingin memberi pastikan beri susu rendah laktosa
Selesai!
Tentu masih banyak jenis dari penyakit usus yang dapat menyerang. Namun saya rasa ini yang paling sering menjadi gejala dari sekian banyak penyakit kucing.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Bahaya Pelihara Kucing





Ternyata memelihara kucing di rumah itu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, bila membawa penyakit toxoplasma . Nahhh .. Ini sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.
Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, bisa jadi parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Nahhh .. tu wilayah yang perlu diwaspadai ya!
Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tenang dulu Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.
Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewan yang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.
Parasit dalam bentuk kiste yang masuk ke tubuh kambing atau pemakan rumput yang tercemar parasit akan tumbuh di dalam daging. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.
Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.
Ada jenis penyakit lain yang dibawa kucing, berupa penyakit cacing. Tapi tidak lebih berbahaya dibanding toxoplasma. Cara mencegah agar tidak tertular, dengan menjaga kebersihan. Selain kebersihan lingkungan rumah, juga kebersihan perorangan, khususnya tertib mencuci tangan. Parasit dari sekitar rumah mudah melekat pada jemari tangan. Bila makan tanpa membasuh tangan dengan sabun sampai bersih, maka penularan toxoplasma berlangsung melalui jemari tangan ini.
Yang terpenting jaga kebersihan aja
http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/03/28/bhay-pelhar-kucng/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Penyakit Kucing FUS

FUS merupakan kependekan dari Feline Urologic Syndrome. Penyakit kucing yang berhubungan dengan Uretra dan Urine.
Penyebab penyakit kucing ini masih belum diketahui dengan pasti. Walaupun ada beberapa penelitian yang mengklaim tahu penyebabnya tapi itu masih dalam sebatas argumen. Banyak yang mengatakan  disebabkan oleh tersumbatnya saluran uretra. Tapi tidak sedikit mengatakan dari radang uretra, tumor dan bahkan sekedar trauma
Walaupun penyebab penyakit kucing ini belum diketahui namun ada beberapa faktor yang diperikirakan mempengaruhinya.
  1. Kandungan mineral dan air dalam makanan
  2. Frekeunsi makan si kucing itu sendiri
  3. Menyerang kucing pada umur sekitar  satu sampai enam  tahun
  4. Walau tidak semua tapi Sering  terjadi pada kucing persia
  5. Aktifitas kucing yang kurang, contoh paling klasik adalah sering tidur
  6. Kelebihan berat badan.
  7. Kastrasi sebelum masa puber
Sedangkan gejala-gejala kucing anda kena penyakit FUS ini adalah sebagai berikut :
  • Warna urine tidak normal dan berdarah
  • Kucing sukar mengeluarkan urine, Pada kucing jantan bahkan sama sekali tidak ada.
  • Sering menjilati diri sendiri di sekitar penis
  • Dan gejala penyakit pada umumnya kurang nafsu makan, badan dingin, dehidrasi dan muntah
Pencegahan pengakit ini bisa anda lakukan dengan cara memberi air dalam jumlah yang cukup banyak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Penyakit Reproduksi Khusus Kucing Betina



kucing betina

Kali ini kita nggak akan membahas kucing persia atau kucing anggora. Tapi penyakit kucing….. dan penyakit kucing ini hanya menyerang pada kucing betina. Mengapa? karena penyakit yang akan kami jelaskan adalah penyakit reproduksi.
OK supaya nggak males bacanya..kami pilah-pilah saja berdasar kategori pada penyakit kucing betina ini :

Tanda -tanda,penyebab maupun tindakan untuk  penyakit reproduksi pada kucing betina :

  • Masa subur pada kucing betina yang terus menerus. Penyebabnya kemungkinan adalah kista indung telur. Khusus untuk penyakit reproduksi yang satu ini harus langsung dibawa ke dokter hewan.
  • Kelenjar susu membesar dan tidak terasa sakit. Jika itu tanda-tandanya maka kemungkinan penyebabnya adalah Tumor kelenjar susu, mastitis.
  • Lemas, kehilangan selera makan setelah 1-2 minggu melahirkan anak dan ada cairan bernanah yang keluar dari lubang kelamin. Maka penyebabnya adalah Metritis atau pembengakakan rahim. Langsung deh bawa ke dokter hewan untuk diberi antibiotik atau yang lebih ekstrim dokter harus mengebiri kucing tersebut.
  • Haus berlebiha, selera makan turun, perut membesar, lubang kelamin keluar cairan, muntah-muntah dan terjadi 6-8 minggu setelah masa subur berakhir. Penyebabnya adalah Piometra atau akumulasi nanah pada rahim. Seperti biasa bawa ke dokter..penanggulangannya bisa dibedah untuk membuang rahim
Semoga kucing betina Catlovers lainnya tidak mengalami penyakit reproduksi diatas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Tindakan Untuk Penyakit Rabies

Sebelumnya saya telah membahas bahwa salah satu penyakit kucing adalah  penyakit rabies yang dapat menular bukan hanya pada kucing tetapi juga manusia.
Walaupun penyakit kucing  ini lebih dikenal sebagai penyakit anjing gila, tetapi selama itu adalah makhluk berdarah panas (makhluk yang suhu badannya dapat berubah sesuai lingkungan) maka tetap dapat tertular.
Walau sudah banyak kejadian penyakit rabies, namun sampai postingan ini ditulis masih belum ada obat maupun cara yang efektif dapat menyembuhkannya.
Jika kucing anda belum terkena penyakit rabies akan lebih baik anda vaksinasi dahulu. Nah untuk vaksinasinya sendiri anda harus hati-hati karena sekarang sudah banyak vaksi anti rabies yang banyak beredar (Entah itu palsu asli). Lebih baik anda konsultasikan dengan dokter hewan tentang jenis, cara, timing, maupun dosis vaksin antirabiesnya. Minimal jika terjadi kesalahan andakan bisa menyalahkan dokter hewannya he he  :D
Lalu bagaimana tindakan yang harus dilakukan jika kita tergigit oleh kucing kita yang terkena rabies atau kucing anda tergigit binatang lain yang terkena rabies. Mau tak mau anda harus segera melakukan tindakan-tindakan berikut :

  • Pada bekas luka gigitan, cuci sampai bersih dengan deterjen. Cucilah dengan air yang mengalir minimal 10 menit.
  • Kemudian bekas gigitan itu dicuci lagi dengan alkohol dengan kadar 70%. Lalu tambahkan cairan antiseptik maupun obat merah.
  • Langkah terakhir tentu saja kita gunakan jurus andalah kita. Segera pergi ke dokter hewan jika kucing yang terkena. Dan pergilah ke rumah sakit jika anda yang terkena
Ok aq memang tidak berharap anda maupun terkena penyakit rabies. Tapi semoga hal-hal diatas dapat bermanfaat untuk Catlovers lainnya. Untuk mencegah maupun menaggulanginya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS