Kucing Makan Rumput
Kucing bisa prediksi kematian?
Seekor kucing dengan kemampuan luar biasa mampu mendeteksi pasien di
panti jompo yang akan meninggal. Kucing bernama Oscar itu mendeteksi 50
kematian dengan gayanya mendatangi pasien yang akan meninggal di jam-jam
terakhirnya.
![]() |
| ini bukan Oscar |
Dr David Dosa, seorang geriatrik (ahli penyakit lanjut usia) yang juga asisten profesor di Brown University AS mengatakan, dalam 5 tahun terakhir kucing Oscar mencatat rekor jarang salah terhadap prediksi pasien yang akan meninggal. Malahan perawatnya yang justru salah memprediksi pasien yang dianggap sudah mendekati kematian.
Dr David kemudian mempublikasikan kemampuan Oscar tersebut dalam sebuah artikel di New England Journal of Medicine pada tahun 2007. Kisah Oscar tersebut kini dibukukan dalam buku berjudul “Making Rounds with Oscar: The Extraordinary Gift of an Ordinary Cat”.
Banyaknya jumlah kematian yang diprediksi kucing Oscar membuat ahli geriatrik yakin bahwa itu bukan kebetulan saja.
Mereka menduga Oscar mampu mendeteksi adanya sinyal kimia di tubuh pasien yang akan meninggal.
Kucing Oscar akan berdiri di depan kamar pasien dan kadang menggores-goreskan pintu agar dia dapat masuk. Biasanya beberapa jam setelah berperilaku seperti itu, pasien yang didatangi Oscar akan meninggal.
Tapi ketika perawat mencoba meletakkan Oscar di tempat tidur pasien,– yang menurut perawat, pasien itu sudah mendekati kematian–, Oscar malah melompat pergi.
Oscar lalu memilih kamar lain dan terbukti prediksi kucing itu lebih akurat karena pasien yang didatangi Oscar meninggal malam itu. Sementara pasien pertama yang diduga perawat akan meninggal masih bertahan selama dua hari lagi.
Dr David dan stafnya sangat yakin akan keakuratan perilaku Oscar dan mereka akan memberitahukan anggota keluarga si pasien ketika kucing melompat ke tempat tidur dan duduk di samping penghuni kamarnya.
“Perilaku Oscar bukan seperti berleha-leha. Dia akan menyelinap keluar selama dua menit lalu dia akan kembali di sisi pasien. Seolah-olah dia benar-benar sedang berjaga,” tulis Dr David seperti dikutip Telegraph, Rabu (3/2/2010).
Dr David mencatat perawat di panti jompo itu memelihara 5 kucing lainnya tetapi tidak satu pun yang kelakuannya seperti kucing Oscar. Namun Dr David tidak bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai perilaku Oscar ini.
Dia hanya menduga kucing Oscar memiliki kemampuan seperti anjing yang bisa mencium bau kanker untuk mendeteksi adanya keton, bikomia yang dilepaskan oleh sel-sel mati.
Kehadiran Oscar telah menjadi penting karena semakin mendekatkan pasien, kerabat dan teman-temannya. Tak sedikit keluarga pasien yang memberikan penghargaan ke Oscar ketika mengumumkan kematian keluarganya di surat kabar
sumber: detikhealth
Bahasa Tubuh Kucing
Bahasa tubuh kucing seperti yang diperlihatkan melalui postur tubuh atau sikap tubuhnya merupakan suatu subyek yang sangat menarik untuk diteliti dan dipelajari.
Secara umum, logika Anda akan membantu Anda dalam usaha untuk menginterpretasikan perasaan serta kebutuhan-kebutuhan kucing peliharaan Anda. Salah satu tanda termudah untuk mengenali hal seperti ini adalah dengan cara mengamati sikap tubuh seekor kucing yang sedang merasa nyaman atau gembira, yaitu yang ditandai dengan sikap tubuhnya yang rileks dan mata yang setengah terpejam.
Adapun sikap tubuh atau sikap duduk seekor kucing yang sedang rileks ini adalah bahwa kucing tersebut akan membaringkan tubuhnya ke lantai, kemudian ia perlahan-lahan akan mengulur dan setelah itu menarik kembali kuku-kukunya, dan pada keadaan seperti inilah Anda mungkin dapat menggelitik atau menggaruk bagian tubuh mana saja dari kucing peliharaan Anda.
Ekor Kucing
Sikap berjalan seekor kucing yang membawa serta ekornya merupakan suatu tanda yang dapat menunjukkan keadaan jiwa atau mood dari kucing tersebut. Misalnya, terkadang kita melihat seekor kucing berlari-lari dengan penuh keanggunan sambil mengibas-ibaskan ujung ekornya dan sikap seperti ini secara tidak langsung menggambarkan bahwa kucing tersebut dengan penuh suka ria menyambut kedatangan Anda.
Selain itu, gerakan yang sangat lemah lembut serta perlahan-lahan pada ujung ekor kucing juga menunjukkan bahwa kucing tersebut sedang merasa nyaman ataupun ia sedang rileks, tetapi gerakan seperti ini dapat pula mengindikasikan bahwa kucing tersebut sedang bersikap waspada pada saat ia ingin menerkam mangsa buruannya.
Namun, Anda harus bersikap waspada terutama sekali apabila gerakan ini berubah menjadi gerakan yang lebih kuat intensitasnya. Alasannya, adalah bahwa dalam situasi seperti ini apapun yang Anda lakukan dapat mengganggu kucing tersebut dan apabila kucing tersebut terus menerus mengibas-ibaskan ekornya ke kiri dan ke kanan maka sebaiknya Anda berdiri di tempat dan tidak melakukan gerakan apapun.
Adapun biasanya tanda-tanda seperti ini terlihat dalam kombinasi atau perpaduan bentuk gerakan. Misalnya, seekor kucing yang sedang bergembira akan mengulurkan dan kemudian menarik kembali kuku-kukunya, dan setelah itu ia akan mendengkur dengan kuat serta mengibaskan ujung ekornya.
Kemudian dalam bentuk gerakan yang lain akan terlihat bahwa seekor kucing yang sedang merasa terancam akan memperlihatkan giginya yang telanjang, telinganya tertutup rapat, mendesis, lidahnya berliur, bulunya ditegakkan, dan ekornya dikibas-kibaskan serta punggungnya berubah melengkung dan semua gerakan ini dilakukan tanpa ada seorangpun yang mengetahui apa tujuan kucing tersebut melakukan gerakan seperti ini
Memberi makan Kucing saat sakit
Kucing yang sedang sakit membutuhkan energi ekstra serta ketersediaan zat-zat makanan yang diperlukan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk memerangi penyakit. Akan tetapi pada saat sedang sakit, kebanyakan kucing tidak mau makan sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatannya.
Kucing kehilangan nafsu makan bisa dikarenakan oleh beberapa sebab seperti mengalami stress akibat perubahan lingkungan atau pun sedang sakit. Ikuti beberapa tips berikut ini yang dapat dicoba untuk mengatasi kucing yang kehilangan nafsu makan:
- Hal yang paling mudah dilakukan yaitu mencoba untuk memberikan makanan yang biasanya paling disukai oleh kucing tersebut. Makanan yang disukai biasanya dapat membantu mengembalikan nafsu makan kucing.
- Cobalah untuk memberi makan secara bersamaan dengan beberapa kucing lain sehingga menciptakan adanya elemen kompetisi. Biasanya kucing akan terpancing untuk ikut berebut makanan dengan kucing-kucing lain.
- Anda juga dapat memberikan makanan dengan aroma yang disukai oleh kucing. Aroma makanan merupakan stimulator nafsu makan pada kucing. Kucing kehilangan nafsu makan bila ia tidak dapat mencium aroma makanan dengan baik akibat menderita pilek.
- Menghangatkan makanan dapat membantu agar aroma makan lebih mudah tercium oleh kucing. Perlu diperhatikan jangan sampai temperatur makanan menjadi terlalu panas karena dapat berakibat cukup fatal.
- Kucing lebih suka makanan basah dibandingkan makanan kering. Dengan menambahkan kuah kaldu pada makanan dapat merangsang nafsu makan kucing. Biasanya kucing akan suka menjilat-jilat kuah kaldu yang disediakan.
- Jangan biarkan makanan yang tersisa di tempat makanan lebih dari 10 –15 menit. Berikan makanan dalam jumlah kecil tapi dengan frekuensi pemberian makanan yang lebih sering. Dengan demikian nafsu makan kucing akan lebih sering terstimulasi oleh makanan yang baru disediakan tersebut.
- Untuk memperkenalkan jenis makanan baru pada kucing, campurkan sedikit makanan baru tersebut ke dalam makanan yang biasa dimakan. Secara bertahap tambahkan porsi makanan baru tersebut sampai akhirnya kucing terbiasa sepenuhnya pada makanan baru tersebut.
Fakta Kucing Minum
Pernahkah kamu memperhatikan cara kucing minum?
Kucing termasuk di antara banyak spesies yang, tak seperti manusia, tak dapat menutup mulut dan menyedot.
Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Princenton University merekam kegiatan minum kucing ini dengan bantuan video berkecepatan tinggi. Dan hasil yang didapat adalah bahwa kucing rumahan dan kucing liar seperti halnya harimau, menyeimbangkan daya tarik bumi dan kelambanan saat mereka menyedot cairan.
Awalnya, berdasarkan pengamatan seorang insinyur MIT pada tahun 1940 terhadap cara kucing “minum”, para ilmuwan menilai bahwa bahwa ketika kucing memasukkan lidah mereka ke dalam mangkuk cairan, permukaan lidahnya mula-mula menyentuh cairan, lalu ujungnya yang melengkung seperti huruf J membentuk sejenis sendok besar.
Namun setelah mempelajari cara kucing “minum” berdasarkan rekaman video itu, akhirnya para peneliti saat ini memutuskan bahwa tak ada dampak sendok pada lidah kucing, melainkan gerakan lidah yang keluar masuk mulut dengan sangat cepat sehingga tindakan itu membentuk satu lajur cairan.
Departemen Rekayasa Lingkungan Hidup dan Sipil MIT menyatakan bahwa, “Kucing, tak seperti anjing, tak mencemplungkan lidah mereka ke dalam cairan sehingga membentuk seperti sendok”. Malah, ujung lidah kucing yang mulus “nyaris tak menyentuh permukaan cairan sebelum kucing tersebut dengan cepat menarik lidahnya kembali ke dalam mulut”.
Karena kucing tersebut melakukan tindakan itu, satu lajur cairan terbentuk di antara lidah yang bergerak dan permukaan cairan. Kucing kemudian menutup mulutnya, dan menjepit ujung lajur cairan agar dapat menikmati minumannya, sekaligus menjaga supaya dagunya tetap kering.
Lajur cairan itu “diciptakan oleh keseimbangan lembut antara daya tarik bumi, yang menarik cairan kembali ke mangkuk, dan kelambanan, yang di dalam ilmu fisika, merujuk kepada kecenderungan cairan atau benda apa pun, terus bergerak di satu arah kecuali kekuatan lain ikut campur”.
Kucing “secara insting mengetahui cara dengan cepat menyedot dengan tujuan menyeimbangkan kedua daya itu, dan kapan untuk menutup mulutnya. Jika hewan tersebut menunggu sedetik saja, kekuatan daya tarik bumi akan mengambil alih kelambanan sehingga lajur itu terpecah, sehingga cairan tersebut jatuh lagi ke dalam mangkuk, dan lidah kucing itu masuk ke dalam mulutnya dalam keadaan kosong”.
Kucing rata-rata melakukan jilatan empat kali per detik. Masing-masing jilatan membawa sebanyak 0,1 mililiter cairan, kata para peneliti tersebut. Ditambahkannya, kucing yang lebih besar menjilat dengan cara yang lebih lamban.
Kutu Kucing
Predator (musuh / pemangsa) kutu secara alami adalah beberapa jenis burung, tikus, serta semut yang dapat mengurangi populasi kutu yang hidup bebas. Sejenis semut api (Pheidole megachepala) merupakan predator kutu terkenal.
Pengontrolan terhadap kutu hewan harus dilakukan rutin dengan mengingat beberapa aspek.
- Seluruh hewan dalam satu rumah harus mendapat treatment parasitida, seperti pirethin, organopospat, atau produk karbamat secara teratur. Aplikasi langsung pada kulit dapat dilakukan dalam bentuk: semprot (spray), mandi (dipping), atau bedak tabur. Hati-hati dengan produk-produk itu karena biasanya kucing amat sensitif. Alternatif lain, dapat menggunakan kalung antikutu (flea collar) yang mengandung bahan aktif amitraz guna mencegah kutu baru serta mengurangi kutu yang sudah ada lebih dahulu.
- Tempat bekas tempat tidur hewan harus diberi insektisida guna memberantas telur dan larva. Alas tidur harus sering diganti dan dicuci secara rutin.
- Ruangan yang sering didatangi hewan anjing dan kucing harus sering dibersihkan dan di-vacuum cleaner.
- Tempat di luar yang sering ditiduri hewan tadi harus sering dibersihkan dan diberi insektisida terutama pada musim panas.
- Mandikan secara berkala hewan kesayangan kita agar sejenis kutu berkulit keras (caplak) yang biasanya sangat erat berikatan dengan kulit hewan anjing tidak memiliki kesempatan berlama-lama di tubuh dan membatasi kesempatan neurotoksin asal kutu tidak diserap tubuh hewan maupun kemungkinan transmisi kuman patogen lainnya.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih produk eksternal parasitida adalah:(1) kandungan zat aktif, (2) target parasit yang akan dibasmi, (3) potensi, (4) keamanan, (5) dosis, dan (6) kemudahan cara pemakaian.
Yang amat perlu diperhatikan adalah bahaya keracunan. Biasanya obat kutu tidak saja bekerja membasmi kutu tetapi juga menghambat kerja suatu enzim ACTH yang membantu proses metabolisme dalam tubuh hewan. Perhatikan pemakaian dosis yang tepat, hindari dosis yang berlebih karena akan membahayakan keselamatan hewan kesayangan kita. Jangan mengaplikasikan kepada hewan yang sedang sakit, sedang menuju proses penyembuhan penyakit, sedang stres, atau hewan yang berumur di bawah tiga bulan. Alternatif obat kutu tradisional yang berasal dari akar tanaman rotenon dan pyrethrin yang berasal dari ekstrak bunga Chrysanthemum cinerariaefolium merupakan produk yang aman bagi manusia dan hewan.
Beberapa orang yang hewan kesayangannya menjadi pasien saya mengatakan pengalaman mereka memberantas kutu hewan dengan minyak tanah atau DDT maupun tembakau. Pemakaian segala bentuk parasitida kalau tidak hati-hati atau berlebihan akan menimbulkan keracunan, di mana hewan yang terkena akan mengalami kekejangan, muntah serta merusak sistem pernapasan. Akhirnya, hewan tidak sadar diri (koma) sebelum akhirnya mati. Karena kelalaian kita, jangan sampai parasitida yang dipakai untuk memberantas kutu, justru ikut menewaskan binatang kesayangan. Segera bawa hewan kesayangan kita pada dokter-hewan terdekat guna mendapatkan pertolongan segera bila Anda menjumpai masalah keracunan itu.
* Drh Ida Lestari Soedijar MSc, dokter hewan praktisi umum – Kompas.com – Jumat 10 November 2000
Tips untuk Kucing Stres
Seekor kucing yang sedang sakit dapat bereaksi terhadap tekanan atau
rasa takut. Misalnya, seekor kucing diketahui mengalami shock atau
keterkejutan apabila dengan tiba-tiba saja ia muntah dan perasaan shock
atau terkejut yang dialami oleh kucing mungkin saja disebabkan oleh
perubahan lingkungan ataupun perubahan makanan pada kucing peliharaan
Anda.
Selain itu, kucing juga sangat sensitif atau peka untuk dapat
mengalami mabuk sewaktu dibawa bepergian dengan menggunakan mobil.
Dengan demikian, apabila Anda ingin bepergian dengan kucing peliharaan
Anda maka pastikanlah bahwa ia dapat memperoleh banyak udara segar dan
beristirahatlah secara teratur. Kemudian perhatikan pula secara
seksama tanda-tanda petunjuk bahwa kucing kesayangan Anda tengah
mengalami mabuk darat, seperti misalnya kucing Anda akan bernafas dengan
sangat cepat dan gusinya berubah menjadi pucat warnanya.
Jika kucing Anda tiba-tiba jatuh sakit,hal ini bisa saja terjadi
karena reaksi atas shock atau keterkejutan yang dialami oleh kucing
Anda. Dan apabila hal ini merupakan sumber penyebab permasalahannya,
maka rawatlah kucing kesayangan Anda di dalam rumah dan jangan
memberikan makanan apapun kepada kucing peliharaan Anda dalam jangka
waktu 1 x 24 jam.
5 Langkah nafas buatan buat kucing
- Bersihkan air liur, muntahan, darah kemudian tarik lidah keluar.
- Baringkan kucing korban kecelakaan.
- Letakkan salah satu tangan anda diatas mulut kucing. Ini untuk menjaga agar tetap tertutup.
- Dan langkah terpenting adalah Tarik nafas dalam-dalam kemudian tiup dengan kencang pada lubang hidung kucing. Ini dilakukan selama 3 detik. Lakukan terus sampai melihat reaksi si kucing seperti dadanya yang terangkat.Jika masih belum ulangi 12-15 kali salam semenit.
- Berhenti! Amati dulu apakah kucing dapat bernafas tanpa bantuan nafas buatan
Alasan Nabi Muhammad Sangat Menyayangi Kucing
Apa ya alasan Nabi Muhammad sangat menyayangi kucing.?? nih buat para Catlovers,
Kita mungkin pernah denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi emg nabi sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan mulia. Bnyk kisah2 ttg kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan nabi juga memiliki kucing peliharaanSetiap Nabi menerima tamu di rumah, nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan ditaruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang paling nabi demen:
‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya ky ngikutin lantunan suara adzan’
Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Terus, pernah juga nabi mau ngambil jubahnya, eh ada Muezza lagi tidur diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari jubahnya supaya gak ngebangunin Muezza.
Pas Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu.
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis?
Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
Hasil yang didapatkan adalah:
1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman
Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tdk banyak berjemur dan tidak dekat2 dgn air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.
Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.
Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya. Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing, (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.
Kucing Langka dan Unik di dunia
Hai Catlovers, sekarang aku mau ngasi tau tentang kucing yang langka dan unik di dunia,
Kucing,atau Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kata “kucing” biasanya merujuk kepada “kucing” yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada “kucing besar” seperti singa, harimau, dan macan.
Forkamer, Saat ini kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi.
Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
1. Ppallas’s Cat
Pallas’s The Cat (Otocolobus manul) disebut juga “Manul”. Hanya seukuran kucing domestik, tapi tampaknya lebih berat karena bulu yang padat. Pallas’s The Cat berbeda dari kucing lain dalam hal ini memiliki mata bulat dan celah dan gigi yang lebih sedikit, memberikan penampilan yang berwajah relatif datar.
Kucing ini berkisar dari Eropa Timur ke Siberia, menjelajahi ketinggian lebih tinggi dari Timur Tengah dan Asia. Kucing ini dianggap sebagai spesies kucing tertua, yang berkembang sekitar 12 juta tahun yang lalu. Meskipun kucing ini jarang di temukan, Anda mungkin akrab dengan kucing ini karena foto populer dari sebuah poster.

2. Andean Mountain Cat
The Andean Mountain Cat (Leopardus jacobita) sangat jarang terlihat, habitatnya terbatas di pegunungan Bolivia, Peru, Argentina, dan Chile pada ketinggian di atas garis pohon. Populasi total diperkirakan hanya sekitar 2500. Kucing ini tumbuh hampir sebesar kucing rumah, dengan ekor tebal panjang yang bisa memberikan imbangan yang berguna untuk melakukan manuver di sekitar pegunungan.

3.Margay
Margay (Leopardus wiedii) menyerupai kucing rumahan, tetapi lebih kecil dari kucing rumah. Margay juga memiliki kaki yang relatif lebih panjang dari seekor kucing rumah dan merupakan pemanjat pohon yang sangat baik.
Kucing ini tersebar di wilayah membentang dari Mexico ke bawah melalui Brazil. Spesies ini mulai terancam dan jarang terlihat, karena hanya berburu di malam hari dan tetap tersembunyi di hutan hujan.

4. Fishing Cat
Fishing Cat (Prionailurus viverrinus) terdapat di asia selatan dan Asia Tenggara, di mana ia lebih suka tinggal di dekat air yang lebih baik untuk mencari ikan, tentu saja. Ia adalah kucing perenang pertama dari keluarga kucing. Kucing ini terdaftar sebagai hewan yang terancam punah karena habitatnya sedang dihancurkan sebagai lahan basah yang dikeringkan untuk digunakan manusia.

5.Serval
Serval (Leptailurus serval) adalah salah satu jenis kucing liar Afrika yang berkaki panjang yang diyakini sebagai nenek moyang kuno dari singa dan cheetah. Kucing Ini mendiami wilayah padang savana Afrika. Kucing ini memiliki kepala kecil dan kaki panjang yang sangat efisien untuk mengejar mangsa. Mereka juga sangat cerdas. Serval adalah kucing liar yang paling sering dipelihara sebagai hewan peliharaan rumah.

6.Caracal
Caracal memiliki penampilan khas Amerika Utara, kucing ini tumbuh dengan baik, dan hidup di Afrika dan Asia. Kucing ini tumbuh dengan panjang sekitar tiga meter. Caracal lebih suka hidup di gunung atau daerah gurun, dan dapat bertahan hidup tanpa air lebih lama daripada kucing lainnya. Walaupun jarang terlihat, Caracal masih terdapat banyak di alam liar, dan kadang-kadang dibawa sebagai hewan peliharaan.

7.African Golden Cat
African Golden Cat (Profelis aurata) tidak selalu berwarna emas. Bahkan, warnanya sangat bervariasi antar individu, mulai dari emas kemerahan menjadi abu-abu gelap dengan tanda khusus pada beberapa kucing dan dada yang lebih terang. Kucing ini juga dapat berubah warna selama siklus hidupnya. Golden Cat asli hidup di hutan hujan Afrika khatulistiwa. Kucing Ini jarang terlihat, tumbuh panjang 30-32 inci dan beratnya sampai 40 kilogram. Golden Cat diklasifikasikan sebagai hewan hampir terancam punah.
Kucing ternyata pembunuh burung terbesar
Kucing ternyata pembunuh burung terbesar.! masa sih.. nih buat Catlovers, ni faktanya..
Film kartun “Sylvester dan Tweetie” yang menampilkan dua karakter kucing dan burung yang sering bertengkar ternyata bukan tanpa dasar. Orang sejak lama mungkin tahu bahwa burung dan kucing memang sulit akur seperti halnya kucing dan anjing. Namun, hasil penelitian terbaru menguatkan hal tersebut.Kucing bahkan ternyata merupakan salah satu hewan yang menjadi musuh utama burung. Misalnya kucing dengan burung kucing (catbird), jenis burung yang kicauannya mirip suara meongnya kucing. Hal tersebut terungkap dalam studi yang dipublikasikan di The Journal of Ornithology.
Adalah Peter Marra dari Smithsonian Conservation Biology Institute yang mengungkap hal tersebut. Ia mengetahuinya setelah melakukan survei pada catbird dan kucing di wilayah suburban Washington, Amerika Serikat.
“Kucing termasuk sangat berpengaruh dalam hal ancaman pada burung. Mereka adalah kekuatan tangguh untuk mengalahkan atau mengusir spesies burung,” ungkap Marra pada harian The New York Times.
Berdasarkan data Smithsonian Institution, hampir 80 persen burung terbunuh oleh predator dan kucing bertanggung jawab terhadap 47 persen dari jumlah kematian burung tersebut. Kematian tergolong tinggi di pemukiman yang padat populasi kucingnya.
American Bird Conservacy memperkirakan, sejumlah 500 juta burung terbunuh oleh kucing. Pimpinan organisasi itu Darin Schroeder mengatakan, “Saya harap kita mulai meminimalkan dampak kucing terhadap lingkungan dan mulai serius melihat kasus predasi kucing.”
Jumlah kematian burung oleh kucing ini lebih besar dibanding jumlah kematian oleh kincir angin. Berdasarkan data US Fish and Wildlife Service, diketahui 440.000 burung terbunuh akibat kincir angin. Tentang masalah ancaman kincir angin, para ahli konservasi mengatakan bahwa mereka sebenarnya menyambut baik kincir sebagai pembangkit energi. Namun, mereka mengusulkan adanya kincir yang “smart” sehingga tak membahayakan burung.
Kucing Pendeteksi Epilepsi
Ternyata kucing itu bisa mendeteksi penyakit epilepsi?? all Catlovers percaya gak? nih ceritanya..
Serangan epilepsi membuat Nathan Cooper, 19, berisiko mengalami kematian mendadak. Tetapi seorang kucing betina bernama Lilly, berhasil menyelamatkannya dengan melakukan deteksi awal serangan epilepsi.
Lilly seperti memiliki sistem medis peringatan dini yang sangat sensitif. Kucing itu bisa mendeteksi serangan epilepsi beberapa minggu sebelum serangan terjadi. Bahkan, Lilly akan memberikan peringatan pada orangtua Nathan dengan nada mengeong yang berbeda dari biasanya.
“Secara normal, Lilly adalah kucing yang sangat tenang. Tetapi ketika Nathan akan mengalami serangan epilepsi, Lilly akan berlari kencang menuruni tangga dan mengeong dengan sangat kencang,” kata ibu dari Nathan, Tracey, seperti dikutip dari Daily Mail.
“Lilly tampaknya memiliki semacam indera yang membuatnya mengetahui sesuatu hal sebelum hal itu terjadi. Tentu saja ini sangat membantu kondisi Nathan, ia bisa saja jatuh atau terbentur saat serangan epilepsi datang,” katanya.
Keluarga yang tinggal di Bournemouth, Inggris ini, sudah memelihara Lilly selama satu tahun. Tracey percaya, kucing berusia 14 bulan itu menyelamatkan nyawa anaknya lebih dari satu kali.
“Pertama kali saat Lilly berada di dekat Nathan dan serangan muncul, Nathan sempat mengalami henti bernapas. Lilly terlihat sangat gelisah. Kucing itu lalu menjilat mulut Nathan dan anakku mulai bernapas kembali. Saat ini Lilly tidak pernah jauh dari Nathan,” kata Tracey.
Kondisi ini diceritakan Tracey pada staf rumah sakit tempat Nathan melakukan pemeriksaan. Tetapi staf rumah sakit mengatakan kepada Tracey dan suaminya Simon, tidak pernah mendengar hewan peliharaan bisa memiliki kemampuan mendeteksi serangan epilepsi.
Beberapa ahli mengungkap kalau kemungkinan bahwa indera penciuman yang sensitif pada anjing dan kucing bisa membantu mereka mendeteksi perubahan zat kimia yang bersifat halus dalam tubuh manusia.
46 Fakta tentang Kucing
oke, buat Catlovers aku kasih tau nih 46 fakta tentang kucing.
1. Masyarakat mesir kuno adalah orang-orang yang pertama menyadari potensi kucing sebagai pemburu tikus. Mereka menjinakkan dan memelihara kucing untuk melindungi ladang dan gudang jagung.
2. Sir Isaac Newton terkenal bukan saja karena penemuan hukum gravitasi, tetapi juga penemuan pintu khusus kucing yang biasa terdapat pada pintu rumah (cat flap).
3. Seekor kucing mempunyai tulang-tulang lebih banyak daripada manusia. Manusia mempunyai 206 buah tulang, sedangkan kucing 230 buah.
4. Daya pendengaran kucing jauh lebih peka daripada manusia dan anjing.
5. Ekor kucing dipergunakan untuk menjaga keseimbangaan, terutama ketika sedang melompat atau berlari.
6. Kemampuan penglihatan kucing di tempat gelap/malam hari, enam kali lebih baik daripada manusia.
7. Kucing memakan rumput dengan tujuan memperbaiki pencernaan dan membantu mengeluarkan rambut yang tertelan dan menumpuk di lambung.
8. Kucing yang sehat mempunyai suhu tubuh 38 – 39.5 O C.
9. Kucing betina matang secara seksual ketika berumur 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan pada umur 9 -12 bulan.
10. Kucing betina hamil/bunting selama 9 minggu, sekitar 62 – 65 hari.
11. Rata-rata jumlah anak kucing dalam satu kelahiran adalah 2-6 ekor.
12. Ailurofilia adalah istilah yang sering ditujukan pada mania/penyayang kucing yang berlebihan.
13. Dengkuran kucing (purring) tidak selalu menunjukkan bahwa kucing dalam keadaan nyaman. Kucing juga akan melakukan hal yang serupa dan lebih keras pada saat dalam keadaan stres atau kesakitan
14. Semua kucing memerlukan taurine dalam makanan untuk mencegah kebutaan. Kucing juga harus mengkonsumsi sejumlah lemak dalam makanan karena tidak dapat memproduksi lemak sendiri.
15. Di Amerika & Inggris, lebih banyak kucing yang dipelihara sebagai hewan kesayangan dibandingkan anjing. Setidaknya sekitar 1/3-nya memliki minimal 2 ekor kucing..
16. Ketika seekor kucing menggosokkan badannya ke kaki atau badan anda, ia sedang menandai anda dengan baunya dan menyatakan anda sebagai pemiliknya.
17. Sekitar 37% rumah-rumah di Amerika setidaknya memiliki 1 ekor kucing.
18. Susu dapat menyebabkan diare pada beberapa kucing
19. Rata-rata umur kucing yang hidup di luar rumah sekitar 3-5 tahun, sementara yang hidup didalam rumah dapat mencapai umur 16 tahun atau lebih lama.
20. Rata-rata waktu tidur kucing sekitar 16 jam
21. Seekor kucing domestik dapat berlari dengan kecepatan 48 Km/jam
22. Waktu harapan hidup kucing bertambah dua kali lipatnya selama 15 tahun belakangan
23. Kaki depan kucing mempunyai 5 jari dan 4 jari pada kaki belakang. Kucing yang lahir dengan 6 atau 7 jari pada kaki depan dan tambahan jari pada kaki belakang disebut polidaktil.
24. Kucing dewasa mempunyai 30 buah gigi, 16 buah di rahang atas dan 14 buah di rahang bawah.
25. Ada sekitar 9600 helai rambut tiap cm2 kulit bagian atas dan sekitar 19200 helai rambut tiap cm2 kulit bagian bawah.
26. Kontes kucing pertama yang tercatat secara resmi, diadakan di Crystal Palace, Inggris, pada tahun 1871.
27. Ras Kucing Paling Populer
(berdasarkan kucing yang terdaftar di Cat Faciers Association tahun 2006)
28. Perkiraan Populasi Kucing di dunia
(tahun 2002)
29. Pada tahun 2000, sekitar 1.813 ekor kucing digunakan sebagai hewan percobaan laboratorium di Inggris.
30. Setidaknya orang membelanjakan uang senilai USD 1.5 milyar setiap tahun untuk membeli makanan kucing dan USD 200 juta untuk membeli pasir kucing (litter)
31. Setidaknya sekitar 15.118 ekor kucing setiap tahun mati/terlibat dalam berbagai kecelakaan.
32. Diperkirakan ada sekitar 60 juta kucing liar yang hidup di jalanan Amerika.
33. Kontes Kucing pertama diadakan di Winchester Inggris pada tahun 1859. kategori yang diperlombakan adalah pemburu tikus paling baik.
34. Waktu tidur kucing tidur sekitar 16 jam per hari, jadi 2/3 waktu hidupnya dilewatkan di alam mimpi.
35. Benda sejarah tertua yang berhubungan dengan kucing adalah sebuah patung kecil berbentuk wanita sedang menggendong kucing. Patung tersebut ditemukan di Hacilar, Situs neolitik yang terdapat di Turki. Diperkirakan patung tersebut berumur lebih dari 7000 tahun.
36. Anak kucing terbanyak dalam satu kelahiran berjumlah 19 ekor ( 14 ekor betina, 1 jantan, empat sisanya mati). Induk kucingnya bernama tarawood Antigone, seekor kucing burmese berwarna cokelat berumur 4 tahun. Pemilik kucing tersebut bernama Mrs. Valerie Gane dari Oxfordshire, Inggris. Aanak kucing lahir melalui operasi caesar pada tanggal 7 Agustus 1970.
37. Lidah kucing tidak dapat merasa karena kurangnya sensor syaraf perasa di lidah. Manusia mempunyai sekitar 9000 sensor syaraf perasa di lidah, sedangkan kucing hanya mempunyai 473 buah. Nafsu makan kucing terutama dipengaruhi oleh bau bukan rasa makanan.
38. Kucing Siam pertama yang datang ke Amerika secara legal adalah hadiah dari Konsulat Bangkok untuk presiden Rutherford B. Hayes pada tahun 1878.
39. Rekor Kucing domestik terberat dipegang oleh Himmy. Pemiliknya bernama Thomas Vyse dari Queensland, Australia. Beratnya mencapai 46 lb oz atau sekitar 20 Kg . Himmy mati ketika umur 10 tahun pada tahun 1986.
40. Pada tahun 1976 seekor kucing misterius di Hongkong membunuh lebih dari 20 ekor anjing. Berdasarkan kesaksian penduduk setempat panjang kucing tersebut sekitar 4 feet (1.2 m) dan berwarna abu-abu, hitam. Kucing tersebut tidak berhasil ditangkap.
41. Seekor kucing betina bernama Dusty dari Bonham, Texas disebutkan sebagai kucing paling produktif. Pada tahun 1952 Dusty telah melahirkan 420 ekor anak kucing.
42. Pemegang rekor kucing jatuh dari tempat tertinggi adalah kucing bernama Andy. Pemiliknya adalah seorang Senator dari Florida bernama Ken Myer. Pada tahun 1970, kucing tersebut jatuh dari apartemen lantai 16 dan berhasil selamat.
43. Nedjem (artinya manis atau menyenangkan) adalah nama pertama yang diberikan pada seekor kucing. Diketahui dari peninggalan zaman Raja Tutmosis III (1479 SM – 1425 SM).
44. Kucing tertua lahir pada tahun 1903 dan mati tahun 1939 (berumur 36 tahun). Kucing tersebut berwarna tabby dan bernama Puss.
45. Seekor kucing bernama Hamlet kabur dari kandangnya dalam sebuah penerbangan melewati laut atlantik dan terperangkap di pesawat tersebut. Hamlet baru diketemukan 7 hari kemudian setelah menempuh perjalanan dengan pesawat sejauh 600,000 mil.
46. 84% kucing yang dipelihara di AS, telah di kebiri atau disteril (diambil rahim dan atau indung telurnya).
smoga cukup bermanfaat buat anda..
Kalo bisa minta Comment nya ya....
Kucing Wikipedia
| Kucing | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Status konservasi | ||||||||||||||||
Dijinakkan
| ||||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||||
| ||||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||||
| Felis silvestris catus Linnaeus, 1758 | ||||||||||||||||
| Sinonim | ||||||||||||||||
| Felis catus domestica (invalid junior synonym) Felis silvestris catus |
Kucing, Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singa, harimau, dan macan.
Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang manyimpan hasil panen.
Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Karakteristik
Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies— kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia— satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya infeksi rabies akibat gigitan kucing dan juga cakaran dari kuku kucing yang sangat perih dan menyakitkan. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat tinggal alaminya. Pada beberapa kasus, kucing berperan atau menyebabkan kepunahan. Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan harimau — menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusak tenggorokan.
Kucing dianggap sebagai "karnivora yang sempurna" dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Meskipun ciri ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing, tapi ciri ini berkembang lebih baik pada kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing hampir tidak makan apapun yang mengandung tumbuhan. Beruang dan anjing kadang memakan buah, akar, atau madu sebagai suplemen jika ada sementara kucing hanya memakan daging, biasanya buruan segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan diet vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi makan produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan diet vegetarian secara total.
Kucing kampung memangsa seekor Tikus.
Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif secara seksual memiliki daerah terbesar, sedang jantan steril memiliki daerah paling kecil) dan selalu terdapat daerah "netral" dimana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat. Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih.
Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk "pounce". Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini.
Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van.
Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.
Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 36 tahun. Kucing peliharaan yang tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.
Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.
Mata kucing. Perhatikan membrana nictitans berupa selaput putih di sudut dalam ruang mata.
Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki Selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Meskipun demikian, penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya. Organ inilah yang menyebabkan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsi trikomatik yang lemah.
Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat.
Kucing memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membrana niktitans. Kelopak ketiga ini terdiri dari suatu lapisan tipis yang dapat menutupi mata dan nampak ketika mata kucing terbuka. Membran ini menutup sebagian ketika kucing sedang sakit. Kadang kucing yang amat mengantuk atau gembira juga memperlihatkan membran ini.
Suara kucing sering ditulis "meong" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing ditulis "meow". Di negara Inggris sendiri, penulisannya adalah "miaow", "miaow" dalam bahasa Perancis, "miau" dalam bahasa Jerman, "nya" dalam bahasa Jepang dan berbagai penulisan lain dalam berbagai bahasa. Suara "meong" kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing. Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, maka kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.
Umumnya semua daun telinga kucing tegak. Tidak seperti pada anjing, kucing dengan telinga terlipat amat jarang ditemukan. Jenis Scottish Fold adalah salah satu jenis kucing dengan mutasi genetik yang langka ini. Ketika marah atau takut, daun telinga kucing jenis ini akan tertekuk ke belakang sementara si kucing mengeluarkan suara menggeram atau mendesis. Ketika mendengarkan suatu suara, daun telinga kucing akan bergerak ke arah sumber suara; daun telinga kucing dapat mengarah ke depan, ke samping, bahkan seolah menoleh ke belakang.
Kucing termasuk hewan yang bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadang kala kucing memuntahkan hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perut mereka.
Kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam. Tetapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari.
Jenis-jenis kucing peliharaan
Ras
Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia amat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.
Ada banyak macam ras kucing, beberapa diantaranya :
* Manx
* Maine Coon
* British Shorthair
* Burmese (Burma)
* Chinchilla longhair
Macam warna
Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasar penampakan fisiknya :
* bulu pendek
* bulu panjang
* oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)
Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:
Telon atau Calico
putih dengan sedikit bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke. Karena gen warna bulu bertaut dengan kelamin, kucing Calico yang beraneka warna ini umumnya betina.
Tortoiseshell
hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai Calimanco atau Clouded Tiger.
Tabby
bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis mackerel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, membuat kucing ini seperti ikan mackerel.
Maltese
nama lama dari kucing biru (abu-abu).
Bicolor (dua warna)
disebut juga Tuxedo cat atau Jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.
Domestikasi
Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.
Aspek budaya
Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah Miacis, binatang liar pada masa Eosen yang sosoknya mirip musang, kira-kira 50 juta tahun silam.
Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini. [1] [2].
Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing di Mesir kuno.
Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.
Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.
Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.
Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.
Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[3] dan Abu Hurairah.[4]
Hukum menjual dan membeli kucing pun dalam syariat Islam adalah haram hukumnya berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah). Dalil hadits Muhammad, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya sang Nabi telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing.[5] Hadits Muhammad itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing. Jadi Umat Islam diharamkan untuk memperdagangkan kucing sebagaimana mereka diharamkan memakan daging kucing.[6]
Catatan kaki
1. ^ ITIS. "ITIS Standard Report Page: Felis catus domestica". http://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=727487.
2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Driscoll
3. ^ Kisah dari Abdullah bin Umar, bahwa Muhammad bersabda, "Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah." Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim No.4160.
4. ^ Kisah dari Abu Hurairah, Muhammad bersabda, "Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang tidak diberi makan dan minum serta tidak pula ia melepasnya mencari makanan dari serangga-serangga tanah." Hadits shahih riwayat Imam Muslim No.4161.
5. ^ Hadits riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, hadits shahih. Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Al-Shaghir, Juz II hal. 191).
Domestikasi
Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya.Beberapa fakta tentang Kucing
- Kucing tidak memerlukan susu jika masih menyusui, pemberian susu tambahan bisa sedikit saja atau jangan terlalu sering. Beberapa kucing khususnya jenis Shiamese dan ras oriental akan mengalami diare karena tidak dapat mencerna laktosa yang terkandung di dalam susu sapi. Susu yang bebas dari laktosa banyak tersedia di supermarket atau pet shop. Kucing dengan diare, susu tidak disarankan untuk diberikan.
- Kucing saat jatuh selalu kaki terlebih dahulu. Hal itu terjadi karena kucing mempunyai insting jatuh dengan kaki terlebih dahulu, mereka mungkin selamat kalau jatuh dari tempat yang tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa mengalami patah tulang.
- Kemampuan kucing meloncat terletak pada kedua otot pahanya, sehingga mereka mampu meloncat dari tanah sampai ke atap rumah.
- Kucing dapat memendekkan dan memanjangkan tulang belakangnya, sehingga mereka dapat tidur meringkuk atau meregangkan tubuhnya ketika melompat. Ini disebabkan karena sendi tulang belakangnya tebal dan longgar.
- Tubuh kucing terdiri dari 250 buah tulang, dibandingkan dengan manusia yang hanya memiliki 206 buah tulang, sehingga tubuh kucing lebih lentur sesuai dengan yang diinginkannya.
- Kastrasi (jantan) atau sterilisasi (betina) menjadikan metabolisme tubuh lebih terfokus pada makan karena terjadi peralihan energi yang tadinya untuk bereproduksi, beralih ke pemenuhan tenaga untuk makan. Oleh karena itu kucing yang dikastrasi atau disterilisasi agar dijaga untuk tetap sehat dan tidak kelebihan berat badan
- Hampir semua mamalia berdarah panas, termasuk kucing, kelelawar, kuda dan musang adalah pembawa rabies. Oleh karena itu, tetap dianjurkan kucing untuk memperoleh vaksinasi rabies.
- Kucing menyukai tempat yang hangat seperti halnya manusia. Kita mulai merasakan tidak nyaman pada temperature 44.5°C, tetapi kucing belum merasa terganggu pada temperature 52°C.
- Kucing dapat tertular oleh organisme tertentu melalui udara atau yang terbawa pada sepatu, sandal atau pakaian sang pemilik, meskipun kucing selalu berada di dalam lingkungan rumah (tidak pernah keluar rumah).
- Penambahan bawang putih dalam makanan kucing dipercaya dapat mencegah cacingan. Pemikiran tersebut kurang begitu sesuai, bawang putih hanya akan menambah rasa pada pakan namun kurang efektif untuk mencegah cacingan. Pencegahan cacingan yang terbaik yaitu dengan pemberian obat cacing oleh dokter hewan.
- Beberapa kucing dapat terinfeksi parasit protozoa Toxoplasmosis, yang dapat ditularkan ke manusia melalui kotorannya dan berisiko pada janin. Jika wanita sedang hamil, sebaiknya hindari untuk membersihkan kotoran kucing (cat litter) dan selalu menjaga kebersihan setiap hari. Tidak ada larangan yang menyebutkan, wanita hamil tidak boleh memelihara kucing. Namun semuanya kembali kepada penjagaan tingkat kebersihan. Vaksinasi yang diberikan pada kucing, tidak ada yang untuk mencegah ke penyakit Toksoplasmosis.
- Pada kumis kucing terdapat syaraf yang sangat peka terhadap sedikit sentuhan saja.
- Menurut penelitian, dari semua bagian tubuh kucing, cakar merupakan bagian yang sangat sensitif dengan sentuhan yang halus sekalipun.
- Kucing mempunyai insting untuk menemukan jalan menuju ke rumah, diketahui kucing menggunakan arah mata angin sebagai alat navigasi mereka.
- Kucing menghabiskan sekitar 70% dari hidupnya untuk tidur dan 15% untuk grooming. Hal ini tidak hanya pada kucing domestik saja, singa menghabiskan waktunya untuk tidur selama 20 jam sehari.
- Kucing berjalan dengan melangkahkan kaki depan dan kaki belakang pada satu sisi secara bersamaan, kemudian diikuti sisi lainnya. Hanya onta dan jerapah yang berajlan dengan cara yang sama seperti kucing.











